Bentuk Kepribadian Anak lewat Mendongeng

(Artikel ini telah dimuat Majalah Inovasi)

Hari Wibowo,S.S., M.Pd.

 

Dongeng, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti cerita yang tidak benar-benar terjadi. Secara luas, mendongeng bisa diartikan sebagai membacakan cerita atau mengomunikasikan cerita kepada anak. Entah itu cerita

nyata, tidak nyata, atau pengalaman orang tua. Jadi, bukan hanya memperdengarkan cerita rakyat/ tradisional yang sering kita baca atau dengar di kala masih kecil.

Lewat dongeng daya imaginasi dan fantasi anak bisa berkembang sehat. Anak dibawa ke sebuah dunia lain yang begitu luas, bisa diatur menurut kehendak mereka sendiri. Lewat cerita, secara tak langsung orang tua membantu anak menambah perbendaharaan kata. Jika ada kalimat atau kata-kata yang susah, anak pasti akan bertanya. Di sinilah stimulus yang diharapkan. Jadi, setiap anak memerlukan pengembangan imajinasi. Tanpa itu, akal pikiran menjadi pasif atau buntu, mandeg dan tak terlatih untuk memecahkan berbagai masalah.

 Dongeng juga bisa menjadi perantara yang sangat efektif untuk mendidik, baik akhlaq, moral maupun pengetahuan lain. Karena hikmah yang terkandung atau nilai yang tertoreh dari sebuah dongeng akan sangat membekas pada nuraninya, Hal ini yang tidak dijumpai bila ia hanya mendengarnya dari serangkaian nasihat atau imbauan yang cenderung monoton, tanpa daya tarik tertentu. Lengkap silakan unduh di sini!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s